Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Museum Patung Lilin Grevin Singkirkan Presiden Putin dari Ruang Pamer

Kompas.com - 14/03/2022, 13:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai aksi protes atas invasi Rusia ke Ukraina, museum patung lilin Grevin di Paris telah menyingkirkan Presiden Vladimir Putin dari ruang pamer.

Keputusan ini sekaligus merupakan teguran bagi pemimpin yang berperang dan masalah keamanan, karena para pengunjung telah merusak patungnya pada akhir Februari lalu.

"Hari ini (pekan lalu-red) tidak mungkin lagi menampilkan karakter seperti Putin," kata direktur museum, Yves Delhommeau, kepada radio France Bleu, seperti dikutip dari Euro News.

Baca juga: Sejarah Markas Chelsea dan Rencana Abramovich, Miliarder Rusia Teman Dekat Putin

Menurut Yves ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah, pihak museum menarik patung karena peristiwa sejarah yang sedang berlangsung.

Yves sendiri merasa tidak pantas meminta para staf museum untuk merawat dan memperbaiki patung miliki Putin yang dirusak oleh para pengunjung.

“Mengingat apa yang telah terjadi, kami dan staf kami tidak ingin memperbaiki rambut dan penampilannya setiap hari,” tegasnya.

Patung Putin milik museum lilin Grevin telah dibuat sejak tahun 2000 silam. Patung ini akan tetap berada di area penyimpanan sampai ada keputusan lebih lanjut.

Pada ruang pamer, letak patung lilin penguasa Rusia tersebut berada di antara Presiden Amerika Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping.

Menurut Yves, museum sedang mempertimbangkan untuk mengganti posisi kosing tersebut dengan meletakan patung Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Baca juga: Diresmikan Putin, Begini Arsitektur Unik Masjid Terbesar di Eropa

“Mungkin presiden Zelensky akan menggantikannya,” papar Yves. “Dia telah menjadi pahlawan karena telah melawan dan tidak melarikan diri dari negaranya.”

Rusia telah melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Aksi Putin ini mendapatkan protes keras dari masyarakat di berbagai belahan dunia.

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda konflik antara kedua negara akan mereda. Malah dikabarkan perang terjadi semakin intens. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Euro news
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+