Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/04/2022, 22:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai menerapkan kebijakan ganjil genap di titik kemacetan di ruas jalan tol Trans Jawa pada hari ini, Senin (25/04/2022).

"Untuk hari ini, hanya penerapan ganjil genap di Tol Trans Jawa yaitu dari KM 47 hingga KM 70 dulu," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat dihubungi Kompas.com.

Budi menjelaskan bahwa Kemenhub bersama polisi dan pengelola jalan tol telah mengidentifikasi titik-titik rawan kemacetan di Tol Trans Jawa.

Baca juga: Merapah Trans-Jawa 2022 Resmi Dimulai, Lintasi 867 Kilometer Jalan Tol di Empat Provinsi

Hasilnya, titik kritis kemacetan terjadi mulai dari KM 49 hingga KM 400 yang ada di wilayah Semarang.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan akan menerapkan rekayasa berupa ganjil genap dan one way (satu arah) secara bersamaan di titik-titik rawan macet. 

"Rekayasa berupa ganjil genap dan one way (satu arah) nantinya akan dilaksanakan secara bersamaan dan ditambah dengan adanya peraturan truk bermuatan sumbu tiga itu dilarang masuk melalui jalan tol ini," ucap Adita, Senin (25/04/2022).

Menurutnya, rekayasa lalu lintas ganjil genap dan one way merupakan hasil kajian Kemenhub berdasarkan perhitungan rasio antara volume kendaraan dibandingkan dengan kapasitas jalan tol.

Pemberlakuan dua rekayasa lalu lintas (lalin) bersamaan ini lantaran adanya indentifikasi bahwa penerapan ganjil genap belum cukup membantu kelancaran arus kendaraan di jalan tol. Bahkan dikhawatirkan terjadi kepadatan hingga beberapa ruas tidak bergerak.

Baca juga: Berikut Tarif Terbaru Tol Trans-Jawa Rute Jakarta-Surabaya

Adita menyebut, nantinya pihak Korlantas akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat apabila dilakukan pemberlakuan rekayasa lalin lebih awal. Sedangkan untuk rekayasa lalin di jalan non tol akan dilakukan oleh kepolisian daerah dan bersifat situasional.

Karena itu, Kemenhub menghimbau masyarakat untuk bijak mengatur tanggal perjalanan mudik dan balik sehingga terhindar dari kepadatan lalin mudik dan balik.

"Tolong diatur karena kami sudah mengidentifikasi tanggal-tanggal puncak itu 28, 29, 30 dan arus balik 8 dan 9. Hindarilah tanggal-tanggal itu carilah waktu yang mungkin akan lebih leluasa untuk melakukan perjalanan," pungkas Adita. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+