Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Istana Gedung Agung Yogyakarta, Tempat Presiden Jokowi Tunaikan Shalat Idul Fitri

Kompas.com - 02/05/2022, 08:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah melaksanakan shalat Idul Fitri 1443 H di halaman Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, Senin (2/5/2022).

Shalat Idhul Fitri dimulai pukul 6.30 WIB. Sekitar pukul 6.20 WIB, Presiden terlihat keluar dan tampak mengenakan kemeja putih dan peci untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

Kurang lebih 200 orang pejabat internal Istana dan 50 orang masyarakat mendapatkan kesempatan untuk melakukan shalat Idul Fitri bersama Presiden.

Seperti dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Republik IndonesiaIstana Kepresidenan Yogyakarta ini berlokasi di bagian ujung selatan Jalan Akhmad Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Baca juga: Jelang Idul Fitri 2022, Jasa Marga Turunkan Satgas Siaga Operasional

Kompleks istana berdiri di atas lahan seluas 43.585 meter persegi, di pusat keramaian kota. Istana ini menghadap ke arah Timur, berseberangan dengan bekas Benteng Belanda yang kini telah diubah menjadi Museum Benteng Vredeburg.

Sejak dibangun, istana ini tidak banyak berubah. Di halaman serambi depan tampak sebuah patung raksasa penjaga pintu (dwarapala) setinggi dua meter.

Terdapat pula sebuah tugu Dagoba (yang oleh orang Yogyakarta disebut Tugu Lilin) yang memiliki tinggi tiga meter setengah, dan senantiasa terlihat nyala api semu di puncaknya. Tugu itu terbuat dari batu andesit.

Istana ini dinamakan Gedung Agung atau Gedung Negara karena berkaitan dengan salah satu fungsi gedung utama istana yaitu untuk menerima tamu-tamu agung.

Gedung Agung, Yogyakarta DOK. Shutterstock/Sutrisno GalleryShutterstock/Sutrisno Gallery Gedung Agung, Yogyakarta DOK. Shutterstock/Sutrisno Gallery

Bangunan ini awalnya merupakan kediaman resmi seorang Residen ke-18 di Yogyakarta (1823-1825), bernama Anthonie Hendriks Smissaert.
Anthonie adalah seseorang yang berkebangsaan Belanda dan sekaligus merupakan penggagas pembangunan Gedung Agung.

Kediaman tersebut didirikan pada bulan Mei tahun 1824 di masa penjajahan Belanda, dengan arsiteknya bernama A. Payen.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+