Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/05/2022, 05:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyetujui penggabungan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dengan PT Bank Syariah Indonesia atau BSI.

Hal ini disampaikan Ma'ruf ketika menerima Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) di kediaman resmi Wapres, Selasa (24/05/2022).

“Saya setuju, kalaupun digabungkan (UUS BTN dan BSI) tidak mengurangi pelayanan, sehingga pelayanannya tidak terganggu, kinerjanya sama,” tegas Wapres.

Penggabungan beberapa bank berbasis syariah tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menyederhanakan sistem perbankan di Indonesia.

Baca juga: Mudahkan Pekerja Punya Rumah, REI Gandeng BTN Tawarkan Skema Rent To Own

Ini mengingat minat masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat, termasuk dalam pembiayaan perumahan.

Dengan begitu, para pencari rumah bisa memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah sebagai pilihan untuk membayar cicilan mereka.

Lantas, apa itu KPR Syariah?

Spesifik soal KPR Syariah, jenis pembiayaan ini ditawarkan oleh UUS atau Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP) dengan mengadaptasi prinsip syariah yang bebas dari riba.

Sederhananya, KPR Syariah umumnya dilaksanakan oleh Bank Umum Syariah (BUS). Meskipun, ada juga bank konvesional yang memfasilitasi jenis KPR ini.

Ada jenis akad yang umum digunakan dalam pembiayaan kepemilikan rumah maupun apartemen di Indonesia sebagai berikut.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+