Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Kelas Bawah Mau Tinggal di Rusun, Perumnas Harus Kaji Potensi Pasar

Kompas.com - 16/06/2022, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Perumnas diminta untuk menganalisis lapangan dan potensi pasar dalam rangka meningkatkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (16/6/2022).

"Perumnas perlu melaksanakan analisis lapangan serta potensi pasar, dan menyandingkan dengan manfaat dari rencana pembangunan hunian tersebut," jelas Iwan.

Menurut Iwan, Perum Perumnas merupakan salah satu mitra kerja Kementerian PUPR yang berperan penting dalam pembangunan rumah bagi masyarakat.

Dia berharap agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pengembangan perumahan itu bisa terus meningkatkan pembangunan hunian berupa rusun bagi masyarakat di daerah.

Untuk itu, Perum Perumnas dapat menjalin kerja sama dengan berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki lahan potensial di daerah maupun kota-kota besar di Indonesia.

Baca juga: Menilik Spesifikasi Rusun KIT Batang yang Dibangun Rp 315 Miliar

Adanya verifikasi lapangan, pola kerja sama, serta konsep pembangunan hunian yang baik tentunya dapat menarik minat masyarakat untuk tinggal di proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Perum Perumnas.

Maka dari itu, Perumnas bisa mengembangkan konsep hunian terintegrasi moda transportasi massal atau Transit Oriented Development (TOD).

Menurut Iwan, masyarakat saat ini sangat membutuhkan hunian yang memiliki akses transportasi mudah dan terjangkau.

"Generasi muda saat ini juga harus belajar tinggal di rusun yang dibangun dengan konsep TOD. Akses transportasi yang mudah akan membantu mobilisasi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro menerangkan, pihaknya saat ini sudah melakukan beberapa survei lokasi terkait lahan-lahan potensial instansi pemerintah yang dinilai sesuai apabila dibangun hunian vertikal.

Namun demikian, pihaknya juga berharap dukungan dari berbagai pihak agar konsep pembangunan hunian berbasis TOD yang telah dibangun di sejumlah daerah bisa terlaksana dengan baik.

"Kami siap membangun rusun berbasis TOD untuk membantu masyarakat agar bisa menempati hunian yang layak huni dan terjangkau harganya," pungkas Budi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+