Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/07/2022, 21:35 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com- Demi menonjolkan ciri khas dari kota Samarinda, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat diminta untuk melakukan revitalisasi terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang masih ada.

Principal Arsitek Studio 360 Samarinda Vergian Septiandy menilai hingga saat ini belum ada langkah maju yang dilakukan oleh pemerintah.

Karena itu, cukup banyak bangunan bersejarah terutama yang dibangun pada tahun 1980-an harus terbengkalai.

“Misalnya bangunan Citra Niaga, kondisinya saat ini sudah banyak berubah. Tampilan luarnya bahkan tertutupi oleh spanduk dan baliho,” ungkapnya dalam Seminar Online Arsitektur Sekitar Ibu Kota Baru, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Tata Kota Samarinda Dinilai Masih Tertinggal dari Daerah Lain

Padahal bangunan Citra Niaga yang sudah dibangun sejak tahun 1986 dulunya adalah kawasan perdagangan dan hiburan tersohor saat itu. 

Hal yang sama juga terjadi pada bangunan Plaza 21, di mana merupakan bangunan pertema di Samarinda yang memiliki eskalator.

“Sampai sekarang bangunan ini tidak jelas akan digunakan untuk apa. Kabar terbaru hanya dirapikan saja bagian luarnya dicat kembali namun fungsinya belum bisa dipastikan,” tambah Vergian.

Sejumlah bangunan lawas lainnya yang juga terbengkalai seperti GOR Segiri, Kawasan Pertokoan di Pelabuhan Samarinda, hingga Gedung Nasional.

Sementara itu, Gedung Balai Kota Samarinda justru telah mengalami perombakan total sehingga menghilangkan ciri khas awalnya.

Baca juga: Sejong, Model Kota Administratif Multifungsi Dunia yang Bisa Ditiru IKN

“Balaikota Samarinda ino sudah berubah dari bentuk aslinya sehingga ktia kehilangan memori penting dan kehilangan kekhasan dari bangunan. Sehingga bagi saya ini cukup mengecewakan,” tambahnya.

Melihat kondisi arsitektur kota saat ini, Vergian meminta pemerintah setempat untuk mempreservasi beberapa bangunan tersebut sehingga bisa menjadi ciri khas bagi Samarinda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+