Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/10/2022, 09:30 WIB

BADUNG, KOMPAS.com - PT PP (Persero) Tbk tidak menampik kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berpengaruh pada keterlambatan penyelesaian proyek.

Pasalnya, kenaikan harga BBM juga berimbas pada naiknya harga material.

"Pasti berpengaruh, karena kenaikannya cukup tinggi," ujar Direktur Utama PP Novel Arsyad dalam media gathering di Bali, Jumat (21/10/2022).

Novel mengungkapkan, langkah yang bisa dilakukan karena kenaikan harga BBM ini bisa dilakukan dari sisi eksternal maupun internal perseroan.

"Extern ini bagaimana kita merekrut melalui Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) untuk berbicara dengan kementerian teknis," tambahnya.

Sehingga, nantinya akan dikeluarkan surat berapa besar kenaikan harga BBM dapat diakomodasi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) maupun kementerian teknis, salah satunya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: Imbas BBM Naik, Kementerian PUPR Tunggu Sidang Kabinet Soal Lonjakan Harga Material

Selain itu, perseroan juga melakukan efisiensi biaya agar apapun yang bisa ditekan, baik dari metode, value engineering (rekayasa nilai), teknologi, dan inovasi.

"Karena biasanya, persetujuan BBM ini (melihat) pengalaman masa lalu pas performance itu tidak pernah mencapai 100 persen. Kalaupun ada persetujuan nilainya pasti dibawah itu," kata dia.

Oleh karena itu, PP mengombinasikan berbagai upaya dari dampak kenaikan harga BBM dari sisi eksternal maupun internal.

"Karena di project (proyek) juga ya sudah, nanti kan bisa di-cover oleh Pemerintah, tidak bisa seperti itu. Itu yang kita lakukan untuk efisiensi-efisiensi untuk menekan cost (biaya) dan tetap memberikan kualitasnya yang terbaik dari situ," tutur Novel.

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi, 1 September 2022 silam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+