Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/01/2023, 19:30 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Batu bata merupakan salah satu material konstruksi yang terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar hingga menjadi kering.

Namun saat ini, Anda bisa menemukan batu bata yang terbuat dari berbagai bahan termasuk dari plastik daur ulang.

Penggunaan bata plastik daur ulang ini bahkan sudah diaplikasikan pada bangunan publik di Indonesia.

Baca juga: Sama-sama Popular, Anda Pilih Bata Merah atau Batako?

Adalah SDN 4 Taman Sari, Dusun Medas Bentaur, Gunung Sari, Lombok Barat, NTB, yang konstruksinya menggunakan bata dari plastik daur ulang. Bangunan ini juga diklaim tahan guncangan gempa.

Seperti dikutip dari arsip Kompas.com, Rabu (16/6/2021), Kepala Yayasan Pelita Foundation, Satriawan Amri mengatakan, bata plastik atau ecoblock yang digunakan bersifat liat sehingga cukup aman jika terjadi guncangan gempa.

Pembangunan ruang kelas baru di SDN 04 Medas, Lombok Barat, menggunakan bahan bata plastik.KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM Pembangunan ruang kelas baru di SDN 04 Medas, Lombok Barat, menggunakan bahan bata plastik.

"Insya Allah kuat, karena tidak ada titik retaknya. Karena bersifat liat. Kalau gempa retaknya menjalar, kalau ini liat. Insya Allah tahan gempa," ujar Satriawan.

Selain tahan gempa, penggunaan bata plastik daur ulang bisa menjadi salah satu solusi pemanfaatan limbah plastik menjadi sesuatu yang berguna.

Masyarakat juga bisa memanfaatkan sampah plastik untuk dijual di pabrik pengolahan. "Pengerjaan cepat, ongkos tukang singkat dan tidak pakai pasir tidak pakai semen," jelas Satriawan.

Bentuk bata plastik yang seperti lego bisa menghemat waktu pengerjaan. Adapun, kekurangan dari bahan ini, akan terbakar jika terkena api.

Baca juga: Apakah Batu Bata Bisa Jadi Penutup Lantai Rumah Anda?

SDN 04 Taman Sari menjadi sekolah bata plastik pertama di dunia, yang diinisiasi oleh Classroom of Hope (Australia) bekerja sama dengan Block Solutions (Finlandia), Pelita Foundation Lombok, dan Pemerintah daerah NTB.

Saat ini bata plastik daur ulang untuk pembangunan sekolah dikirim langsung dari Finlandia. Bahan baku ecoblock yang digunakan terdiri dari limbah plastik yang didaur ulang dan dicampur dengan serbuk kayu.

"Sebenarnya 100 persen dari limbah plastik semua, tapi karena di Finlandia kekurangan bahan baku sampah plastik maka dicampur serbuk kayu sisa gergaji," terang Satriawan.

Penulis : Kontributor Mataram, Karnia Septia - Editor : Pythag Kurniati

 

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Hunian Bergaya Art Deco di Tangerang, Harga Mulai Rp 599 Juta

Intip Hunian Bergaya Art Deco di Tangerang, Harga Mulai Rp 599 Juta

Hunian
Desaru Coast Hadirkan Paket Liburan Murah di Johor, Mulai Rp 4 Jutaan

Desaru Coast Hadirkan Paket Liburan Murah di Johor, Mulai Rp 4 Jutaan

Kawasan Terpadu
Jokowi Bakal Ajak Investor ke IKN Akhir Februari, Siapa Saja?

Jokowi Bakal Ajak Investor ke IKN Akhir Februari, Siapa Saja?

Berita
Bangun Gedung Bisa dengan LRB, Basuki: Syaratnya Satu, Harus Kaku!

Bangun Gedung Bisa dengan LRB, Basuki: Syaratnya Satu, Harus Kaku!

Berita
 Bagaimana Cara Menghapus Noda Krayon pada Lemari Minimalis Kayu

Bagaimana Cara Menghapus Noda Krayon pada Lemari Minimalis Kayu

Tips
Tanggapi Airlangga soal Penggunaan LRB, Basuki: Saya Akan Kembangkan

Tanggapi Airlangga soal Penggunaan LRB, Basuki: Saya Akan Kembangkan

Berita
[POPULER PROPERTI] Lepas Tanah Pemprov Bali Jadi Milik Masyarakat, Hadi Tjahjanto Puji I Wayan Koster

[POPULER PROPERTI] Lepas Tanah Pemprov Bali Jadi Milik Masyarakat, Hadi Tjahjanto Puji I Wayan Koster

Berita
Capai 80 Persen, Pembangunan Stasiun Terbesar Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Capai 80 Persen, Pembangunan Stasiun Terbesar Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Berita
Alasan Pemerintah Pilih Bangun Apartemen sebagai Tempat Tinggal ASN di IKN

Alasan Pemerintah Pilih Bangun Apartemen sebagai Tempat Tinggal ASN di IKN

Hunian
Basuki Targetkan Hunian ASN di IKN Mulai Dibangun Juni, Buat 16.900 Orang

Basuki Targetkan Hunian ASN di IKN Mulai Dibangun Juni, Buat 16.900 Orang

Hunian
Indonesia Rawan Gempa, Airlangga Minta Basuki Pakai LRB Bangun Gedung

Indonesia Rawan Gempa, Airlangga Minta Basuki Pakai LRB Bangun Gedung

Berita
Bangka Belitung Hasilkan 1.950 Ton FABA Per Bulan, Ini Ragam Manfaatnya

Bangka Belitung Hasilkan 1.950 Ton FABA Per Bulan, Ini Ragam Manfaatnya

Berita
Murah dan Aman, 3 Produk Ini Bisa Hilangkan Coretan Krayon di Dinding Rumah

Murah dan Aman, 3 Produk Ini Bisa Hilangkan Coretan Krayon di Dinding Rumah

Tips
Dapat 3 Proyek, WSBP Klaim Jadi Anak BUMN Pertama Suplai Beton IKN

Dapat 3 Proyek, WSBP Klaim Jadi Anak BUMN Pertama Suplai Beton IKN

Berita
Jadi Venue KTT ASEAN 2023, Ini Progres Kawasan MICE di Golo Mori NTT

Jadi Venue KTT ASEAN 2023, Ini Progres Kawasan MICE di Golo Mori NTT

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+