Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asosiasi Developer Perempuan dan Elemen Masyarakat Akan Kawal Konstruksi Rumah Korban Gempa Cianjur

Kompas.com - 19/01/2023, 13:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Peduli Perumahan Dan Permukiman Indonesia (MP3i) Pusat dan Jawa Barat serta Asosiasi Srikandi Developer dan Pengusaha Properti Indonesia (SRIDEPPI) akan ikut mengawasi kualitas konstruksi rumah bagi korban gempa Cianjur.

Karena rumah rakyat di perkotaan atau pedesaan kebanyakan dibangun oleh tukang tanpa sertifikat dan tidak dirancang tahan gempa.

Sementara bangunan tahan gempa memang seharusnya dibangun di daerah rawan gempa seperti Cianjur. Tujuannya mitigasi gempa dan meminimalkan risiko korban jiwa dan kerusakan.

Mengutip data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, sebanyak 58.049 unit rumah di Kabupaten Cianjur yang mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi Senin, (2/11/22).

"Karena itu kami (MP3i Pusat dan Jawa Barat serta SRIDEPPI) akan mendampingi dan ikut melakukan pengawasan terhadap kualitas dan legalitas rumah-rumah bantuan bagi korban gempa Cianjur yang dibangun oleh pemerintah dan masyarakat," terang Risma Gandhi, Ketua MP3i Jawa Barat sekaligus Ketua Umum SRIDEPPI, dalam rilis pers diterima Kompas.com, Rabu (18/01/2023).

Pihaknya akan melakukan pendampingan dengan mengajak siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bangunan untuk terjun langsung dalam pemeriksaan dan pengawasan kostruksi.

Kemudian sampai keluarnya Sertifikat Layak Fungsi (SLF) dan upload Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) agar rumah-rumah yang dibangun memiliki legalitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: 151 Huntap Tahap II Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa Cianjur

Pada proses SLF, beberapa aspek yang diperhatikan antara lain adalah keandalan yang meliputi aspek kekuatan bangunan termasuk ketahanan gempa, aspek keamanan bangunan termasuk RTD kebencanaan dan kecelakaan.

Serta, aspek kenyamanan bangunan termasuk pergerakan dan sirkulasi serta kapasitas penghuni.

Hal itu sesuai amanat PP no 16 tahun 2021 tentang SLF yang menyebutkan bahwa sebuah bangunan harus memiliki SLF sebelum dipergunakan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi, Hankyu Hanshin Kelola 3 Gedung Perkantoran Milik BSDE

Resmi, Hankyu Hanshin Kelola 3 Gedung Perkantoran Milik BSDE

Perkantoran
Intip Hunian Bergaya Art Deco di Tangerang, Harga Mulai Rp 599 Juta

Intip Hunian Bergaya Art Deco di Tangerang, Harga Mulai Rp 599 Juta

Hunian
Desaru Coast Hadirkan Paket Liburan Murah di Johor, Mulai Rp 4 Jutaan

Desaru Coast Hadirkan Paket Liburan Murah di Johor, Mulai Rp 4 Jutaan

Kawasan Terpadu
Jokowi Bakal Ajak Investor ke IKN Akhir Februari, Siapa Saja?

Jokowi Bakal Ajak Investor ke IKN Akhir Februari, Siapa Saja?

Berita
Bangun Gedung Bisa dengan LRB, Basuki: Syaratnya Satu, Harus Kaku!

Bangun Gedung Bisa dengan LRB, Basuki: Syaratnya Satu, Harus Kaku!

Berita
 Bagaimana Cara Menghapus Noda Krayon pada Lemari Minimalis Kayu

Bagaimana Cara Menghapus Noda Krayon pada Lemari Minimalis Kayu

Tips
Tanggapi Airlangga soal Penggunaan LRB, Basuki: Saya Akan Kembangkan

Tanggapi Airlangga soal Penggunaan LRB, Basuki: Saya Akan Kembangkan

Berita
[POPULER PROPERTI] Lepas Tanah Pemprov Bali Jadi Milik Masyarakat, Hadi Tjahjanto Puji I Wayan Koster

[POPULER PROPERTI] Lepas Tanah Pemprov Bali Jadi Milik Masyarakat, Hadi Tjahjanto Puji I Wayan Koster

Berita
Capai 80 Persen, Pembangunan Stasiun Terbesar Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Capai 80 Persen, Pembangunan Stasiun Terbesar Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Berita
Alasan Pemerintah Pilih Bangun Apartemen sebagai Tempat Tinggal ASN di IKN

Alasan Pemerintah Pilih Bangun Apartemen sebagai Tempat Tinggal ASN di IKN

Hunian
Basuki Targetkan Hunian ASN di IKN Mulai Dibangun Juni, Buat 16.900 Orang

Basuki Targetkan Hunian ASN di IKN Mulai Dibangun Juni, Buat 16.900 Orang

Hunian
Indonesia Rawan Gempa, Airlangga Minta Basuki Pakai LRB Bangun Gedung

Indonesia Rawan Gempa, Airlangga Minta Basuki Pakai LRB Bangun Gedung

Berita
Bangka Belitung Hasilkan 1.950 Ton FABA Per Bulan, Ini Ragam Manfaatnya

Bangka Belitung Hasilkan 1.950 Ton FABA Per Bulan, Ini Ragam Manfaatnya

Berita
Murah dan Aman, 3 Produk Ini Bisa Hilangkan Coretan Krayon di Dinding Rumah

Murah dan Aman, 3 Produk Ini Bisa Hilangkan Coretan Krayon di Dinding Rumah

Tips
Dapat 3 Proyek, WSBP Klaim Jadi Anak BUMN Pertama Suplai Beton IKN

Dapat 3 Proyek, WSBP Klaim Jadi Anak BUMN Pertama Suplai Beton IKN

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+