Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/04/2020, 13:20 WIB
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Seorang pembaca Kompas.com bernama Agus telah lama terganggu oleh amandelnya. Dia pun mengirimkan pertanyaan kepada Halo Prof! tentang cara mengecilkan amandel sebagai berikut:

"Dok, kalau obat untuk mengecilkan atau mengurangi amandel apa ya? Dan bagaimana cara pengobatannya? Saya memiliki masalah amandel sudah sejak saya kecil. Dahulu (saya) pernah mengobatinya dengan mengonsumsi nanas dicampur soda, itu juga waktu masa kanak-kanak dan hanya seminggu pengobatan."

"Oh ya, pada masa pengobatan, pantangan makanan apa yang harus dihindari Dok?," imbuhnya lagi.

Dokter Edo Wira Candra, Sp. THT-KL, MKes, FICS, Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung & Tenggorokan), Kepala & Leher dari RS Pondok Indah – Pondok Indah menjawab langsung pertanyaan Agus. Berikut paparannya:

Baca juga: Halo Prof! Mengapa Tubuh Mudah Memar meski Tidak Sakit?

Halo Bapak Agus, terima kasih atas pertanyaannya.

Amandel atau tonsil merupakan suatu kelenjar limfoid (getah bening) yang terletak pada rongga mulut atau orofaring.

Amandel ini berperan besar pada awal-awal usia Anda, ketika kecil. Namun fungsinya tak lagi dominan setelah kelenjar-kelenjar getah bening tubuh tumbuh secara optimal.

Amandel yang telah kehilangan fungsinya sebagai daya tahan tubuh dan kemudian sering terjadi infeksi, malah berpotensi menjadi tempat pemusatan infeksi.

Hal itu terjadi karena kuman atau bakteri dari makanan ataupun udara dapat masuk rongga mulut dan bersembunyi dibalik kripta atau celah-celah pada amandel. Apabila infeksi berlanjut, bakteri dapat masuk ke sistem peredaran darah tubuh.

Baca juga: Halo Prof! Sering Terbangun dari Tidur karena Kaki Kram, Apa Sebabnya?

Infeksi berulang pada amandel menyebabkan proses fibrosis yaitu semacam perkapuran jaringan yang terjadi pada saat proses penyembuhan. Hal ini menyebabkan ukuran amandel bertambah besar setiap kali mengalami peradangan atau infeksi.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+