Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Nyeri Dada Sebelah Kiri, Apa Saja Kemungkinan Penyebabnya?

Kompas.com - 16/07/2022, 13:00 WIB
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KOMPAS.com - Seorang pembaca Kompas.com dengan akun @ruth_yohanita bertanya mengenai nyeri dada sebelah kiri ke rubrik Halo Prof! melalui akun Instagram Kind of Life:

"Nyeri di dada sebelah kiri, buat narik napas sakit. Itu apa ya, Prof? Dan, kenapa penyebabnya? Terima kasih."

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Alexandra Gabriella, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. Berikut paparannya:

Halo Ibu Ruth Yohanita, terima kasih atas pertanyaannya, ya.

Ada banyak organ di dada kita, mulai dari otot, saraf, paru-paru, dan jantung. Kalau Ibu mengeluh nyeri dada, tentu Ibu ingin mengetahui apakah keluhan ini berasal dari jantung atau bukan.

Baca juga: 6 Keluhan Nyeri Dada yang Harus Diwaspadai sebagai Gejala Serangan Jantung

Sebelumnya, mari sama-sama kita pahami mengenai nyeri dada. Nyeri dada terbagi atas nyeri dada cardiac (berasal dari jantung) dan Nyeri dada non-cardiac (bukan dari jantung).

Nyeri dada yang berasal dari jantung terbagi lagi menjadi:

  • Nyeri dada pada serangan jantung akut (gawat darurat) yang dideskripsikan sebagai nyeri di dada kiri atau di tengah dada seperti tertindih beban berat atau rasa tercekik, dengan durasi lebih dari 10 menit, disertai mual, muntah, dan keringat dingin, dan tidak berkurang dengan istirahat, ataupun dengan mengonsumsi obat. Jika Ibu mengalami kondisi ini, segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter.
  • Nyeri dada pada orang yang memiliki penyakit jantung koroner (tetapi belum terjadi serangan) adalah nyeri yang muncul pada aktivitas, terasa berat, tetapi hilang dengan istirahat atau dengan obat. Jika Ibu mengalami hal ini, dapat memeriksakan diri ke klinik jantung dan pembuluh darah atau rawat jalan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Namun demikian, gejala yang disebutkan di atas "by the textbook" tidak selalu dialami oleh setiap orang. Pasalnya, daya tahan seseorang terhadap rangsang nyeri juga berbeda-beda.

Baca juga: Nyeri Dada Bisa Jadi Gejala Covid-19, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ahli

Selain itu, gender perempuan dan jika seseorang memiliki penyakit diabetes membuat seseorang tersebut tidak memiliki gejala yang khas seperti di atas apabila terkena serangan jantung. Oleh sebab itu, terkadang seseorang bisa mengalami kejadian "silent infarct" atau bahasa awamnya, serangan jantung yang tidak diketahui kapan waktunya.

Sementara itu, nyeri dada non-cardiac (bukan dari jantung) adalah jika nyeri muncul dipengaruhi oleh gerakan tangan tertentu, seperti menarik napas atau membuang napas, nyeri yang hilang ketika dipijat, atau bertambah nyeri ketika ditekan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+