Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mayapada Hospital

Mayapada Hospital merupakan salah satu rumah sakit swasta terbaik yang didirikan oleh Mayapada Healthcare Group. Bekerjasama dengan National Healthcare Group (NHG) Singapore, Mayapada Hospital menyediakan pelayanan kesehatan berstandar internasional di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Surabaya.

Didiagnosis Mengidap GERD, Penyakit Apakah Ini Sebetulnya?

Kompas.com - 26/07/2022, 08:00 WIB
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KOMPAS.com - Seorang pembaca wanita Kompas.com berinisial UW yang berusia 45 tahun menanyakan mengenai diagnosis GERD yang diidapnya kepada subrubrik Halo Prof! Berikut pertanyaannya:

Saya berobat ke dokter sudah 4 bulan karena mengidap gerd. Sudah USG juga dan hasilnya hati, limpa, empedu dan pankreas normal. Saya diresepkan lansoprazol dan braxidin, serta sudah memperbaki pola hidup, mengelola stres, dan makan lima kali sehari dalam porsi sedikit

Tapi, perut saya masih suka berbunyi dan sering buang angin. Lalu, setiap kali makan, tenggorokan langsung terasa asam, leher masih tegang dan tenggorokan terasa kering. Jadi belum ada perbaikan. Berat badan saya yang dari mulanya 50 kilogram menjadi 38 kg, perut juga panas dan ada benjolan di perut atas pusar. Saya juga sering cegukan.

Saya sebetulnya sakit apa dan bagaimana cara pengobatannya?

Baca juga: Irfan Hakim Dibawa ke RS Usai Makan Keripik Pedas, Dokter: Makanan Pedas Memicu Gerd

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Budi Widodo, Sp.PD, K-GEH, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi dari Mayapada Hospital Surabaya. Berikut paparannya:

Halo Ibu UW,

GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah penyakit saluran pencernaan di mana terjadi aliran balik (refluks) cairan asam lambung ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi.

Rasa panas terbakar dari ulu hati dan naik ke arah dada atau heartburn dan regurgitasi yaitu berupa rasa asam dan pahit di lidah merupakan gejala klinis tipikal yang paling sering timbul
pada GERD.

Gejala atipikal berupa nyeri ulu hati, nyeri dada, air liur berlebih, kesulitan menelan, nyeri ketika menelan, begah, rasa cepat kenyang, sendawa, mual, muntah, suara parau, dan batuk kronis.

Evaluasi tanda bahaya seperti adanya anemia, perdarahan saluran cerna, penurunan berat badan, dan infeksi saluran napas, harus selalu dilakukan pada penderita GERD dan merupakan indikasi untuk dilakukan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut berupa endoskopi saluran cerna bagian atas.

Baca juga: Waspadai Gerd Bisa Memicu Komplikasi hingga Kanker Efofagus, Ini Penjelasan Dokter

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+