Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: [email protected]

5 Kasus Kejahatan yang Disertai Surat Misterius

Kompas.com - 24/01/2023, 20:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Alifia Putri Yudanti dan Ikko Anata

KOMPAS.com - Saat sedang menyelidiki kasus kejahatan, para penyelidik bisa saja menemukan petunjuk-petunjuk aneh di tempat kejadian perkara atau setelahnya. Terkadang pula ada beberapa pelaku yang meninggalkan petunjuk untuk menunjukkan eksistensinya, seperti potongan surat.

Hal ini juga terjadi dalam serial “Rubik” milik siniar Tinggal Nama episode “Tulisan Merah” dengan tautan akses dik.si/TNRubikE2. Dikisahkan setelah Lilith menghilang, ketiga sahabatnya pun mendapat teror berupa surat dari Lilith. Akan tetapi, apakah benar surat itu berasal dari Lilith?

Selain audio drama tersebut, ternyata di dunia nyata juga pernah ada kasus kejahatan yang pelakunya meninggalkan surat misterius. Bahkan, ada beberapa motif yang membuat kita terheran-heran. Surat misterius apa sajakah itu?

Amerithrax

Mengutip Listverse, surat yang berisi spora antraks ini muncul pada 2001 setelah terjadinya serangan 9/11. Totalnya adalah tujuh surat yang ditujukan ke media lokal Amerika dengan rincian: dua set dikirim ke ABC, CBS, NBC, AMI, dan New York Post.

Sementara itu, set lainnya dikirim ke dua senator Demokrat, yaitu Tom Daschle dan Patrick Leahy.

Akibat paparan spora tersebut, lima orang tewas dan tujuh belas orang terinfeksi. Diduga surat itu dikirim oleh ekstremis Muslim karena memiliki pesan yang berisi “matilah Amerika dan Israel”.

Baca juga: 5 Kasus Orang Hilang Paling Misterius

Awalnya, FBI menargetkan ahli senjata biologi, Steven Hatfill, sebagai tersangka. Namun, dugaan pun berubah ke Bruce Edwards Ivins, seorang ilmuwan di laboratorium pertahanan hayati pemerintah di Fort Detrick di Frederick, Maryland.

Namun, ketika FBI meminta National Academy of Sciences untuk meninjau pekerjaannya, mereka berkata tidak bisa membuktikan bahwa Ivins yang menciptakan antraks. Dari situ, banyak ahli yang tidak percaya Irvins adalah pelakunya.

Sayangnya, akibat tuduhan yang tak kunjung henti Ivins bunuh diri karena overdosis asetaminofen pada 2008.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+