Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Listhia H. Rahman
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Listhia H. Rahman adalah seorang yang berprofesi sebagai Ahli Gizi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Otot Juga Ternyata Punya Memori Lho, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 12/06/2022, 09:30 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mari Berterimakasih kepada Memori Otot!"

KOMPAS.com - Bagaimana ceritanya otot punya memori? Eits. Faktanya yang menyimpan memori masih tugas otak kita.

Istilah memori otot adalah salah satu penggambaran bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan segala keajaiban tubuhnya.

Merujuk dari dictionary.cambridge.org, memori otot atau muscle memory adalah kemampuan untuk menggerakan bagian tubuh tanpa memikirkannya, dipelajari dengan mengulangi gerakan tersebut berkali-kali. Pernah mengalaminya atau bisa sebut satu contoh dari memori otot? 

Ya, seperti saat mengetik. Seiring kita melakukannya, kita akan terbiasa menekan tuts keyboard secara tepat. Tanpa perlu banyak berpikir letak alfabet, jari kita sudah otomatis membawa ke tujuan pikiran kita. 

Baca juga: Cristiano Ronaldo dan Putranya Pamer Otot Six Pack, Pengaruh Genetik?

Bisa sebutkan lagi?

Ada banyak hal menarik ketika saya mencoba menelusuri lebih jauh soal memori otot ini. Hal yang mungkin menjadi kelegaan saya.

Kelegaan karena ternyata tidak ada sia-sia pernah melakukan gerakan berulang-ulang. Bahwa gerakan motorik yang terus dilatih akan terakumulasi menjadi memori otot dan disimpan di otak.

Adanya memori otot juga akan membuat kita lebih mudah melakukan kembali sesuatu yang pernah kita lakukan meskipun sudah lama tidak dilakukan atau ada jeda.

Misalkan saja pada bidang olahraga. Seseorang yang sudah pernah belajar berenang tidak akan mengalami kesulitan untuk berenang kembali walaupun sudah lama ia tidak melakukannya. Berbeda dengan orang yang belum pernah belajar sama sekali. Semakin lama tidak dilakukan, tidak akan ada perubahan atau tetap tidak bisa.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+